Minggu, 20 Mei 2012

Pengantar  Data Base Management System MySQL

Sistem manajemen database atau database management system (DBMS) adalah merupakan suatu sistem software yang memungkinkan seorang user dapat mendefinisikan, membuat, dan memelihara serta menyediakan akses terkontrol terhadap data. Database sendiri adalah sekumpulan data yang berhubungan dengan secara logika dan memiliki beberapa arti yang saling berpautan.
DBMS yang utuh biasanya terdiri dari :
  1. Hardware
    Hardware merupakan sistem computer actual yang digunakan untuk menyimpan dan mengakses databse. Dalam sebuah organisasi berskala besar, hardware terdiri : jaringan dengan sebuah server pusat dan beberapa program client yang berjalan di komputer desktop.
  2. Software beserta utility
    Software adalah DBMS yang aktual. DBMS memungkinkan para user untuk berkomunikasi dengan database. Dengan kata lain DBMS merupakan mediator antara database dengan user. Sebuah database harus memuat seluruh data yang diperlukan oleh sebuah organisasi.
  3. Prosedur
    Bagian integral dari setiap sistem adalah sekumpulan prosedur yang mengontrol jalannya sistem, yaitu praktik-praktik nyata yang harus diikuti user untuk mendapatkan, memasukkan, menjaga, dan mengambil data
  4. Data
    Data adalah jantung dari DBMS. Ada dua jenis data. Pertama, adalah kumpulan informasi yang diperlukan oleh suatu organisasi. Jenis data kedua adalah metadata, yaitu informasi mengenai database.
  5. User
    Ada sejumlah user yang dapat mengakses atau mengambil data sesuai dengan kebutuhan penggunaan aplikasi-aplikasi dan interface yang disediakan oleh DBMS, antara lain adalah
    • Database administrator adalah orang atau group yang bertanggungjawab mengimplementasikan sistem database di dalam suatu organisasi
    • Enduser adalah orang yang berada di depan workstation dan berinteraksi secara langsung dengan sistem.
    • Programmer aplikasi, orang yang berinteraksi dengan database melalui cara yang berbeda.
Dengan bahasa basis data-lah, administrator dapat menuliskan membuat dan mengolah sebuah table yang disimpan secara fisik oleh DBMS. Sebuah bahasa basis data biasanya dapat dipilah ke dalam 2 kelompok yaitu :
· Data Definition Language (DDL)
· Data Manipulation Language (DML)
Data Definition Language (DDL)
Jelasnya bahasa digunakan untuk membuat atau memodifikasi sebuah tabel. Misalnya membuat tabel, menghapus tabel, membuat index, mengubah tabel, menentukan jenis tipe data, menentukan panjang data dan menetukan struktur penyimpanan tabel.
DDL biasanya digunakan oleh kelompok pemakai yang berperan sebagai administrator dalam sebuah basis data.
Data Manipulation Language (DML)
Berisi kumpulan perintah untuk memanipulasi data yang berada pada database. Misalnya, penyisipan/penambahan data baru pada suatu tabel, menghapus data dan mengubah data yang berada pada tabel. Khusus untuk DML juga perlu diperhitungkan pengaksesan data secara efisein dengan memanfaatkan query tertentu. Hal itun akan berguna sekali jika data jumlahnya sangat banyak sehingga membutuhkan waktu yang untuk mencarinya.
DML merupakan bahasa yang bertujuan untuk memudahkan pemakai untuk mengakses data kemudian memanipulsinya sebagaiman direpresentasikan oleh model data. Ada dua jenis DML, yaitu :
1. Prosedural, yang mensyaratkan agar pemakai menentukan data apa yang diinginkan serta bagaimana cara mendapatkannya.
2. Nonprosedural, yang membuat pemakai dapat menentukan data apa yang diinginkan tanpa menyebutkan bagaimana cara mendapatkannya.
DML juga sering disebut sebagai Query Language.
SQL (Structured Query Language) 
 SQL adalah bahasa yang digunakan untuk pengaksesan database. Menurut ANSI (American National
Standards Institute), bahasa ini merupakan standar untuk Relational Database Management Systems  
Empat  keunggulan DBMS:
1)Kepraktisan, penggunaan media penyimpan yang berukuran kecil namun padat informasi;
2)Kecepatan, mesin dapat mengambil atau mengubah data jauh lebih cepat daripada manusia;
3)Mengurangi Kejemuan, pekerjaan yang berulang-ulang dan monoton àmembosankan;
4)Kekinian, informasi yang tersedia pada DBMS akan bersifat mutakhir dan akurat setiap saat.
•Kebanyakan DBMS menyediakan mekanisme pengaturan sekuritas (keamanan) terhadap basis data 
  berdasarkan wewenang pengguna.
•Beberapa DBMS memiliki fasilitas queryyang memudahkan pengguna dalam mengakses dan mendapatkan 
  informasi.

Abstraksi Data
 Level fisik (Physical level), merupakan level terendah dalam abstraksi data, yang menunjukkan  
bagaimana sesungguhnya data disimpan. 
Level lojik/konseptual, menggambarkan data apa yang sebenarnya (secara fungsional) disimpan
 dalam basis data dan hubungannya dengan data yang lain. 
Level penampakan (View level), merupakan level teringgi dari abstraksi data yang hanya
 menunjukkan sebagian dari basis data.

MySQL
MySQL dikembangkan oleh sebuah perusahaan Swedia bernama MySQL AB, yang kala itu 
bernama TcX DataKonsult AB, sejak sekitar 1994–1995.

MySQL adalah sebuah system manajemen database yang saling berhubungan. Sebuah  hubungan
databse dari data yang tersimpan pada table yang terpisah daripada menyimpan semua data pada
ruang yang sangat besar. Hal ini menambah kecepatan dan fleksibilitas.

Mengapa kita menggunakan  MySQL? 
1. Portabilitas. MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, 
    Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
2. Open Source.MySQL didistribusikan secara open source, dibawah lisensi GPL sehingga
    dapat digunakan secara cuma-cuma.
3. ‘Performance tuning’. MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani
    query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.
4. Perintah dan Fungsi. MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung
    perintah Select dan Where dalam perintah (query).
5. Skalabilitas dan Pembatasan. MySQL mampu menangani basis data dalam skala besar, 
    dengan jumlah rekaman (records) lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. 
    Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.
6. Konektivitas. MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan protokol TCP/IP, 
    Unix soket (UNIX), atau Named Pipes (NT).
7. Struktur tabel. MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel
  
Tipe data dalam MySQL
Perintah dasar MySQL
Perintah – perintah  SQL dalam database MySQL, yaitu
a. Memasukkan atau menambah record baru ke dalam database.
b. Mengeksekusi query database
c. Mengambil data dari database
d. Mengubah record pada database
e. Menghapus record pada database
Perintah SQL dapat diketik dengan huruf besar atau kecil (non case sensitive). Setelah selesai mengetik 
perintah di MySQL harus diakhiri dengan tanda titik koma sebagai penanda akhir dari perintah MySQL. 
Perintah SQL dapat diketik dengan huruf besar atau kecil (non case sensitive). 

Pernyataan dasar MySQL
Alter: Mengubah struktur tabel
Create: Menciptakan database atau tabel
Delete : Menghapus baris pada tabel
Drop : Menghapus tabel
Insert : Menambahkan baris pada tabel
Select : Memilih baris dan kolom pada tabel 
Update : Mengubah nilai pada sebuah baris


Contoh MySQL
 
CREATE TABLE tblpengarang (
                kd_pengarang   INT UNIQUE NOT NULL,
                nama                     CHAR(15) NOT NULL,
                alamat                  CHAR(30),
                kota                       CHAR(15) )
Keterangan:
Tblpengarang = Nama Tabel
Kd_pengarang, nama, alamat, kota = Nama Kolom
Integer, char =  Tipe data
Char(30) = Panjangnya maksimal 30 karakter
Null = Nilai kolom harus diisi
Unique = nilai pada kolom tidak boleh ada yang sama (bersifat unik).

Contoh MySQL dengan PHPMyAdmin


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar